Jika Tragedi Ini Disengaja, Lantas untuk Siapa Keadilannya?

Dicky Wicaksono

August 30, 2025

3
Min Read
Jika Tragedi Ini Disengaja, Lantas untuk Siapa Keadilannya?
Jika Tragedi Ini Disengaja, Lantas untuk Siapa Keadilannya?

MALANG – Kematian Afan Kurniawan dan korban-korban lainnya bukan sekadar kabar duka. Saya yakin kamu juga ikut kaget, marah, atau mungkin bertanya-tanya, kenapa seorang pengemudi ojek online bisa tewas dilindas kendaraan taktis Brimob di tengah kerumunan demonstrasi?

Negara sudah keluarkan pernyataan resmi. Kapolri minta maaf, Presiden ikut menyesalkan, anggota Brimob yang mengemudikan rantis diamankan, dan Propam turun tangan. Semua tampak rapi, cepat, dan seperti biasa, narasi kosong yang menenangkan.

Tapi di kepala saya muncul pertanyaan yang lebih tajam, bagaimana kalau ini bukan kebetulan? Bagaimana kalau tragedi ini memang sengaja terjadi untuk mengalihkan perhatian kita dari isu yang lebih besar?

Menciptakan Drama, Mengalihkan Luka

Kalau kita lihat waktunya, rasanya terlalu pas. Demo mahasiswa sedang membesar, tagar #BubarkanDPR makin viral, dan masyarakat sudah jengah dengan tingkah para elit. Saya rasa kamu juga merasakannya, suasana sedang panas-panasnya.

Tiba-tiba ada tragedi besar. Seorang ojol mati dilindas rantis. Kejadiannya terekam, tersebar, dan otomatis semua media memindahkan sorotan. Dari DPR yang digeruduk rakyat, ke tragedi yang bikin masyarakat emosi dengan aparat. Dari kritik keras soal tunjangan DPR, ke ratapan soal korban yang diakibatkan oleh kepolisian.

Kalau kamu tanya saya, ini mirip pola lama. Ketika kritik terlalu kencang, munculkan drama baru. Bikin masyarakat sibuk dengan luka emosional, sambil pelan-pelan mengubur suara yang mengancam elit.

Pola yang Tidak Baru

Kalau kamu ingat sejarah, pola ini pernah terjadi. Tahun 1996, peristiwa 27 Juli, kantor PDI diserbu. Chaos, aktivis ditangkap, dan fokus publik teralihkan. Tahun 1998, mahasiswa Trisakti ditembak, lalu reformasi meledak. Nyawa rakyat dijadikan alat pergantian rezim.

Saya rasa kamu juga tahu, kasus lebih baru pun sama. Tahun 2019, demo menolak RKUHP, mahasiswa hilang dan tak kembali. Tahun 2020, demo Omnibus Law, video aparat memukul mahasiswa perempuan viral, tapi UU tetap lolos. Polanya jelas, yaitu tragedi dipakai untuk membungkam masyarakat.

Jadi ketika saya melihat kematian Afan dan korban-korban lainnya, saya sulit percaya ini sekadar kelalaian. Saya justru melihat pola lama sedang diulang, yaitu tumbalkan rakyat kecil, lalu negara minta maaf, dan sistem berjalan seperti biasa.

Jika Ini Konspirasi, Tujuannya Jelas

Kalau kita berandai-andai ini sebuah kesengajaan, lalu pertanyaan berikutnya untuk apa? Saya rasa jawabannya sederhana. Pertama, untuk mengalihkan fokus publik dari DPR yang sedang jadi sorotan besar ke aparat kepolisian. Kedua, untuk memecah belah kita antara yang pro aparat dengan yang marah pada negara.

Ketiga, menciptakan ketakutan. Kalau seorang ojol yang tidak ikut demo saja bisa mati dilindas, kamu pasti mikir dua kali untuk turun ke jalan. Pesannya jelas, jangan macam-macam dengan kami.

Kalau benar ini memang sebuah konspirasi, maka tujuannya bukan sekadar menutup satu kasus, tapi menjaga agar kritik besar terhadap elit terkubur oleh tangisan rakyat. Dan setiap kali rakyat sibuk berduka, elit bisa bernapas lega.

Kita Tidak Boleh Diam

Tapi saya percaya, kamu dan saya sudah tidak semudah itu dibungkam. Hari ini rakyat bisa merekam, menyebar, dan melacak kebenaran. Anak muda seperti kita bisa menjadikan satu tragedi sebagai bahan bakar gerakan.

Justru karena mereka yang berani menyuarakan sampai taruhan nyawa, kematiannya jadi peringatan buat kita semua. Kalau ojol saja bisa mati dilindas tanpa ampun, besok kamu atau saya bisa jadi korban berikutnya.

Ini bukan sekadar teori konspirasi. Ini alarm. Kalau kamu diam hari ini, besok bisa jadi giliran kamu yang tidak dibela siapa pun. Dan sejarah sudah mengajarkan, negara hanya takut pada rakyat yang tetap konsisten berpikir.

Baca Juga: Turut Berdukacita Atas Hilangnya Hati Nurani di Negeri Ini

  1. […] Baca Juga: Jika Tragedi Ini Disengaja, Lantas untuk Siapa Keadilannya? […]

Leave a Comment

Related Post