Creativestation.id – SCTV atau Surya Citra Televisi adalah salah satu stasiun televisi nasional di Indonesia yang banyak ditonton pemirsa di seluruh nusantara. Nomor frekuensi SCTV penting diketahui terutama bagi pengguna parabola dan siaran TV digital karena tanpa setting yang benar siaran bisa tidak tampil.
Frekuensi SCTV bisa berbeda tergantung apakah kamu menonton melalui satelit C-Band atau Ku-Band, atau lewat siaran terrestrial digital DVB-T2 di kota kamu.
Memahami Format Frekuensi SCTV di Satelit
Nomor frekuensi SCTV yang umum digunakan ada pada satelit Telkom 4 di posisi orbit 108°E, baik untuk siaran MPEG-4 HD maupun format lainnya. Misalnya, nomor frekuensi SCTV 4121 H 12250 sangat dikenal sebagai transponder untuk menerima siaran SCTV dalam format MPEG-4 dengan resolusi HD. Transponder terdiri dari beberapa angka penting seperti frekuensi utama, polaritas H (horizontal) atau V (vertikal), serta symbol rate yang wajib disesuaikan di receiver.
Nomor frekuensi ini harus dimasukkan dengan tepat pada receiver parabola agar kamu bisa menangkap sinyal SCTV dengan lancar. Selain itu, ada juga nomor frekuensi lain seperti 4006 H 9099 yang ditujukan untuk beberapa receiver tertentu atau ketika siaran melakukan update.
Nomor Frekuensi SCTV untuk TV Digital DVB-T2
Bagi pemirsa yang menggunakan antena TV biasa dan set-top box (STB) DVB-T2, nomor frekuensi SCTV juga berbeda dari yang di satelit.
Setiap wilayah di Indonesia bisa memiliki nomor frekuensi UHF DVB-T2 yang berbeda, misalnya:
-
Jakarta umumnya memakai UHF 24 / 498 MHz untuk SCTV di saluran digital.
-
Di Yogyakarta dan Solo siaran SCTV digital bisa berada di UHF 32 / 562 MHz.
-
Kota lain seperti Denpasar atau Mataram punya kanal frekuensi UHF tersendiri untuk mendapatkan siaran SCTV.
Nomor frekuensi ini harus distel secara manual atau otomatis di STB agar saluran SCTV muncul setelah proses scan.
Cara Memasukkan Nomor Frekuensi SCTV di Receiver
Agar tidak salah langkah ketika ingin menonton SCTV melalui parabola, pertama kamu harus memastikan receiver kompatibel dengan format MPEG-4.
Masuk ke menu Instalasi > Daftar Transponder di receiver, lalu pilih add new transponder.
Masukkan angka sesuai dengan nomor frekuensi SCTV seperti 4121 H 12250 dan pastikan polaritas serta symbol rate sesuai dengan data setting. Setelah berhasil memasukkan nomor frekuensi, lanjutkan dengan blind scan atau search untuk memindai channel. Jika semua langkah dilakukan dengan benar, saluran SCTV akan tampil di daftar channel.
Baca juga: Frekuensi Terbaru Indosiar dan Kualitas Siaran Digital
Perbedaan Nomor Frekuensi SCTV MPEG-2 vs MPEG-4
Nomor frekuensi SCTV bisa berbeda tergantung format siarannya. Pada era sebelum migrasi digital, format MPEG-2 masih dipakai oleh beberapa saluran analog lama.
Namun frekuensi terbaru untuk SCTV lebih sering memakai format MPEG-4 HD, yang memberikan kualitas gambar lebih jernih.
Receiver lama yang hanya kompatibel dengan MPEG-2 mungkin tidak bisa menampilkan siaran HD jika nomor frekuensi yang dimasukkan khusus untuk MPEG-4.
Oleh karena itu, pemirsa perlu mengetahui apakah receiver mereka mendukung format terbaru sebelum memasukkan nomor frekuensi.
Tantangan Menerima Sinyal SCTV dan Solusinya
Masalah umum yang sering dialami pemirsa adalah sinyal SCTV yang hilang atau tidak stabil meskipun nomor frekuensi sudah dimasukkan.
Gangguan cuaca, posisi parabola tidak tepat, atau setting symbol rate yang tidak sesuai bisa menjadi penyebabnya.
Untuk TV digital DVB-T2, kekuatan antena dan posisi geografis juga memengaruhi kemampuan menerima nomor frekuensi SCTV dengan baik.
Memperbaiki posisi antena atau menggunakan antena yang berkualitas dapat membantu meningkatkan kualitas sinyal.
Nomor Frekuensi SCTV di Satelit Lain
Selain Telkom 4, SCTV juga menyiarkan siarannya melalui beberapa satelit lain seperti Chinasat dan Measat dengan nomor frekuensi yang berbeda.
Misalnya pada satelit Chinasat ada nomor frekuensi sekitar 12560 V 43200 untuk provider tertentu yang membawa channel SCTV.
Nomor frekuensi berbeda ini biasanya diperlukan bagi pemirsa yang memakai sistem parabola Ku-Band atau receiver tertentu.
Pastikan receiver mendukung format dan satelit yang digunakan sebelum memasukkan angka frekuensi tersebut.
Dampak Migrasi Digital terhadap Nomor Frekuensi SCTV
Pada 2022 Indonesia telah menerapkan proses migrasi dari siaran TV analog ke digital (Analogue Switch Off), yang juga memengaruhi nomor frekuensi SCTV di beberapa wilayah.
Nomor frekuensi untuk siaran digital DVB-T2 kini menjadi satu syarat penting agar SCTV tetap bisa ditangkap tanpa kabel berbayar.
Pemirsa yang belum mengatur STB atau antena digital kemungkinan tidak akan menemukan saluran SCTV jika frekuensi belum distel.
Tips Mengatur Nomor Frekuensi SCTV Agar Selalu Tampil
Untuk memastikan siaran SCTV lancar setiap waktu, selalu update nomor frekuensi jika terjadi perubahan oleh penyedia satelit. Gunakan opsi automatic scan di receiver jika kamu tidak yakin dengan angka tertentu.
Pastikan juga antena dan kabling berada dalam kondisi baik untuk menangkap nomor frekuensi SCTV dengan optimal.
Baca juga: Manajemen Banyak VPS dalam Satu Dashboard agar Operasional Lebih Rapi dan Efisien









Leave a Comment