Melesat 33,56 Persen, Utang Paylater Warga RI Tembus Rp24 T per Juli

Ratih S

September 8, 2025

3
Min Read
Melesat 33,56 Persen, Utang Paylater Warga RI Tembus Rp24 T per Juli

creativestation –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengungkapkan bahwa utang sistem Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia mengalami lonjakan yang signifikan. Hingga Juli 2025, total utang paylater yang dimiliki masyarakat Indonesia mencapai Rp24,05 triliun, dengan pertumbuhan yang mencolok sebesar 33,56 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai fenomena ini, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan utang paylater, serta implikasinya bagi perekonomian dan masyarakat.

Apa itu Buy Now Pay Later (BNPL)?

BNPL adalah metode pembayaran yang memungkinkan konsumen untuk membeli barang atau jasa dan membayar di kemudian hari. Sistem ini menjadi populer di kalangan masyarakat Indonesia karena memudahkan akses terhadap barang dan jasa tanpa perlu membayar di muka. Konsumen dapat melakukan pembelian secara langsung dan mengatur pembayaran dalam periode tertentu, biasanya tanpa bunga jika dilunasi tepat waktu.

Pertumbuhan Pesat Utang Paylater di Indonesia

Data dan Statistik

Berdasarkan data dari OJK, utang paylater di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Pada Juli 2025, total utang BNPL mencapai Rp24,05 triliun, meningkat 33,56 persen dibandingkan periode sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang beralih ke sistem pembayaran ini, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi yang dihadapi banyak orang.

Baca juga:Rupiah Melemah, Dipengaruhi Pergantian Menteri Keuangan

Faktor Pendorong Pertumbuhan

Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ini antara lain:

1. Perubahan Kebiasaan Konsumsi: Masyarakat kini lebih terbiasa berbelanja online dan menggunakan layanan digital, yang memudahkan mereka untuk memanfaatkan fitur BNPL.

2. Aksesibilitas: Banyak platform e-commerce dan fintech yang menawarkan layanan paylater, sehingga semakin banyak orang yang bisa mengaksesnya.

3. Promosi dan Diskon: Banyak penyedia layanan BNPL yang memberikan promosi menarik, seperti cicilan tanpa bunga, yang semakin mendorong konsumen untuk memanfaatkan layanan ini.

Implikasi Utang Paylater

Bagi Masyarakat

Pertumbuhan utang paylater membawa dampak positif dan negatif bagi masyarakat. Di satu sisi, BNPL memberikan kemudahan dalam berbelanja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, di sisi lain, ada risiko terjebak dalam utang jika konsumen tidak dapat mengelola keuangan dengan baik. Utang yang menumpuk bisa menyebabkan masalah finansial yang lebih serius di masa depan.

Bagi Perekonomian

Di tingkat makro, peningkatan utang BNPL dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi. Namun, jika tidak diimbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik, hal ini bisa berpotensi menimbulkan masalah dalam stabilitas ekonomi. OJK dan pihak berwenang lainnya perlu mengawasi perkembangan ini dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan layanan paylater yang bijak.

Dengan pertumbuhan utang paylater yang signifikan, penting bagi masyarakat untuk lebih memahami sistem ini dan mengelola keuangan mereka dengan bijak. Edukasi dan kesadaran akan risiko utang sangat diperlukan agar manfaat dari penggunaan BNPL dapat dirasakan tanpa mengorbankan kesehatan finansial jangka panjang.

Baca juga:Dua Tahun Perjalanan Kasus PSN Rempang Eco City

Leave a Comment

Related Post