creativestation.id – APLIKASI Aksaraya lahir dari keresahan orang-orang yang ingin mempelajari aksara Jawa , namun malah kesulitan. Layanan ini dikembangkan oleh Muhammad Naratama Memontifada Krismawan dan teman-temannya hingga akhirnya masuk toko aplikasi Apple , App Store . Pelajaran menulis aksara, kata Naratama, biasanya hanya sebagai materi muatan lokal dari tingkat sekolah dasar hingga menengah atas maupun di komunitas.
“Ada beberapa komunitas yang masih menggunakan itu (aksara Jawa) di kehidupan sehari-hari,” katanya dalam wawancara daring via Webex pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Menurut Naratama, yang adalah pendiri sekaligus manajer produk Aksaraya, aksara Jawa hanya familiar di wilayah yang dipenuhi penutur asilnya, seperti di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta, bahkan kini munculnya hanya di tengah acara budaya. Situasi ini berbeda dengan di Thailand, dimana aksara Thai sekaligus identitas nasional digunakan sehari-hari, bahkan diadaptasi dalam papan ketik.
Ide pembuatan Aksaraya kemudian muncul di sela kesibukannya ketika merampungkan tugas akhir dari Apple Developer Academy di Batam pada 2020. Naratama dan 4 temannya membutuhkan dua bulan untuk mengembangkan aplikasi tersebut. Mereka kemudian mempresentasikan sistem itu dalam sebuah acara pemerintah. “Kami lanjutkan pengembangannya sekitar 6 bulan lagi,” tutur dia.
Aksaraya ternyata bukan konsep baru. Menurut Naratama, sudah ada aplikasi yang menyertakan papan ketik atau keyboard khusus untuk menampung huruf dasar “Ha-Na-Ca-Ra-Ka-Da-Ta-Sa-Wa-La-Pa-Dha-Ja-Ya-Nya-Ma-Ga-Ba-Tha-Nga” . Sebagai keturunan orang Jawa, Naratama kaget ketika mengetahui aplikasi kompetitor itu dibuat oleh orang Belanda, berbayar pula. Dia kemudian bertekad menyediakan layanan aksara Jawa secara gratis, termasuk menyediakan papan ketiknya.
Aplikasi ini menambahkan gamifikasi atau alur permainan, serta tantangan untuk belajar seperti pada Duolingo dan Candy Crush . Pengguna harus menyentuh layar sambil mengikuti alur pembentukan sebuah aksara.
Mengikuti Ketentuan Kongres Aksara Jawa
Standar penggunaan aksara, ucap Naratama, mengikuti hasil Kongres Aksara Jawa yang diadakan setiap tahun. Tim pengembang tidak secara langsung terlibat, hanya menerima hasil salinan aksara resmi yang akan diadaptasi, termasuk ke keyboard . “Mungkin setiap tahun ada perubahan sedikit,” ucapnya.
Model keyboard digital Aksaraya dilengkapi dengan komponen dan beragam tanda baca, serta angka aksara Jawa. Layanan ini bisa diatur menjadi setelan awal atau default pada iPhone dan iPad. Huruf atau kalimat dari dari papan ketik itu juga tetap kompatibel jika disalin tempel, misalnya untuk terjemahan di Google Translate .
“Di aplikasinya sudah dikasih tutorial cara penggunaan,” tutur Naratama.
Dilebarkan ke Aksara Lain
Naratama bersama timnya–kini berjumlah 7 orang—berencana menambah aksara Sunda, aksara Bali, aksara Batak, aksara Bugis, dan aksara Lampung. Tim juga berupaya mendorong aplikasi ini agar tersedia di Google Play Store .
Tim ini belum berencana mengadopsi akal imitasi (AI) ke dalam aplikasi ini. Namun, papan ketik Aksaraya suda memiliki fitur stroke-correction dan machine learning untuk mengoreksi tulisan secara otomatis. “Jujur, belum terpikir soal penerapan AI, kepikirannya ke Augmented Reality (AR) atau Virtual Reality (VR),” ujarnya.
Baca juga : Digimap APP Pertama di Jakarta Utara Resmi Dibuka
Naratama merasa promosi Aksaraya masih bisa digenjot agar dapat dikenal lebih luas oleh publik. Pengenalan aplikasi ini masih bergantung kepada komunitas-komunitas, seperti sanggar tari dan musik. Meski begitu, kehadiran Aksaraya di App Store sudah disoroti Apple di tengah peringatan HUT ke-80 RI .
Aplikasi pendidikan bahasa ini dianggap telah ikut melestarikan dan mempromosikan kebudayaan Indonesia. Sejauh ini, Aksaraya sudah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna. “Semoga dengan peningkatan ini banyak pengguna aksara, minimal untuk media sosial dulu,” tutur Naratama.
Untuk informasi dan perkembangan informasi menarik lainnya, ikuti terus Creativestation.id – sumber referensi kreatif untuk inovasi, bisnis, dan teknologi.









Leave a Comment